Bunda Bekerja

Inspirasi, Karir, Tips, dan Kisah Bunda-bunda Bekerja

Feel the Benefit of Sport for Children’s Growth

Nowadays, technology is spoiling our children. They prefer to stay in front of their TV to watch their favorite series or stay in their room to play online game. Facilitating the children with technology can be very beneficial, but if it makes them stay in the house for day and night, it can be a problem. Most children have the same tendency. As parent, we should not let such condition lasted. We have to be able to find interesting outdoor activities for them.

Sport can be the best activity. With sport activity, our children will meet new friends, so they will leave their Xbox or TV and choose to interact with their friends. With the sport, we also stimulate children’s growth because they do many physical activities. Not only beneficial for their physical and social growth, sport is also train our children’s psychological growth. We can teach them how to play well, the value of competition, handle the disappointment they have if they lose the game, and many more. One basic thing we must prepare for our children is the complete Team Sports.

We can get the complete equipment for various type of sport from Baseball and Softball to Football on Shopwiki. With buying guide and hundreds of links we will find the best equipment for our children
READ MORE - Feel the Benefit of Sport for Children’s Growth

5 Alasan Klasik Untuk Resign

Resign atau mengundurkan diri dari suatu perusahaan bukanlah hal yang aneh. Apalagi di jaman serba kompetisi seperti sekarang ini. Dimana kesempatan mencari tantangan yang lebih besar terpampang jelas didepan mata.
Resign adalah hak karyawan. Berikut ini ada beberapa alasan klasik yang sering diajukan saat resign sbb :
  1. Tidak ada kesesuaian antara gaji dengan beban kerja. Bekerja dengan gaji yang tidak sesuai memang menimbulkan rasa tidak nyaman. Soalnya jujur aja deh pasti salah satu motivasi anda bekerja adalah gaji kan? Makanya banyak karyawan yang resign dari pekerjaannya karena masalah ini. Terutama jika sudah menemukan pekerjaan lain dengan gaji yang lebih sesuai.
  2. Tidak sesuai dengan minat dan bakat. Kesesuaian pekerjaan dengan minat dan bakat memang sangat mempengaruhi tingkat 'kebetahan' anda dalam bekerja. Sebagian karyawan langsung menyatakan pengunduran diri begitu sadar bahwa pekerjaannya tidak sesuai dengan minat dan bakatnya.
  3. Tidak ada peningkatan karir. Karyawan yang career oriented biasanya memilih memutuskan hubungan kerja jika ternyata pekerjaannya tidak menjanjikan prospek karir yang jelas. Lain hal dengan karyawan yang motivasinya bukan karir, biasanya memilih untuk tetap bertahan.
  4. Tidak ada kecocokan dengan Boss. Kecocokan karyawan dan pimpinan juga merupakan hal penting untuk membuat anda 'enjoy' dengan pekerjaan. Bayangkan jika anda bekerja di bawah perintah bos yang otoriter dan selalu menyalahkan anak buahnya. Pasti anda merasa tersiksa kan? Makanya nggak heran kalau banyak juga kasus 'resign' karena masalah bos dan anak buah.
  5. Tidak mendapat pengakuan. Umumnya, karyawan akan merasa bangga bila pekerjaannya diakui oleh bos atau rekan-rekan. Pengakuan ini bisa dalam bentuk 'reward' atau penghargaan seperti pujian, pemberian bonus, kenaikan gaji, kenaikan jabatan, dan lain-lain. Tapi jika pengakuan ini tidak pernah anda rasakan, anda merasa sia-sia saja pekerjaan anda selama ini. Ini juga merupakan salah satu alasan kenapa karyawan memilih 'resign'.
READ MORE - 5 Alasan Klasik Untuk Resign

Menangani Pertanyaan Yang Bersifat Umum

Pada umumnya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam wawancara kerja sangat tergantung pada teknik apa yang digunakan oleh si pewawancara. Jika menggunakan teknik wawancara kerja tradisional maka pertanyaan-pertanyaan yang seringkali diajukan adalah sebagai berikut:

  1. Jelaskan pada saya bagaimana anda menggambarkan diri anda?
  2. Apa kelebihan dan kekurangan anda?
  3. Apa saja prestasi yang pernah anda raih pada pekerjaan yang terdahulu /ketika sekolah?
  4. Mengapa anda berhenti dari perusahaan yang lalu?
  5. Apa tugas-tugas anda pada pekerjaan yang lalu?
  6. Darimana anda mengetahui perusahaan ini?
  7. Mengapa anda tertarik untuk bekerja di perusahaan ini?
  8. Jika anda diterima bekerja untuk jabatan ini, apa yang akan anda lakukan?
  9. Apa itu professionalisme menurut anda?
  10. Apa itu teamwork menurut anda?
  11. Apa hoby anda?

Dalam wawancara yang menggunakan teknik wawancara kerja behavioral, maka pertanyaan-pertanyaan di atas seringkali ditambahkan dengan
pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

  1. Ceritakan pada saya/kami kapan anda mengalami suatu situasi yang sangat tidak menyenangkan dan bagaimana anda berhasil keluar dari situasi tersebut.
  2. Ceritakan pada saya/kami bagaimana anda meyakinkan klien anda ketika anda melakukan presentasi.
  3. Coba anda ceritakan bagaimana anda mengatasi situasi dimana anda harus melakukan banyak tugas dan anda harus membuat prioritas tugas mana yang harus didahulukan.
  4. Bisakah anda ceritakan keputusan apa yang paling sulit anda buat dalam setahun terakhir ini? Mengapa demikian?
  5. Ceritakan mengapa team anda gagal mencapai target pada tahun sebelumnya dan bagaimana anda memotivasi team tersebut sehingga dapat meraih sukses di tahun berikutnya.
  6. Bagaimana cara anda menyelesaikan konflik? Bisa beri contoh?
  7. Bisakah anda ceritakan suatu kejadian dimana anda mencoba untuk menyelesaikan suatu tugas dan ternyata gagal?
  8. Ceritakan apa yang anda lakukan ketika dipaksa membuat suatu aturan yang tidak menyenangkan bagi karyawan tetapi menguntungkan bagi perusahaan.
Sebagai suatu proses yang melibatkan interaksi antara kedua belah pihak, dalam wawancara kerja si pelamar juga biasanya diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. Oleh karena itu akan sangat baik jika pelamar mempersiapkan beberapa pertanyaan, misalnya:

  • Apa yang diharapkan dari saya jika saya diterima untuk jabatan ini?
  • Menurut pengalaman di sini, apa yang merupakan tantanganterbesar bagi pemegang jabatan ini?
  • Apakah ada pelatihan (internal maupun eksternal) yang dapat membantu saya untuk lebih berperan jika saya diterima bekerja di perusahaan ini?
  • Adakah ada hal-hal khusus di luar uraian jabatan yang harus saya selesaikan dalam waktu tertentu?
READ MORE - Menangani Pertanyaan Yang Bersifat Umum

Tips Wawancara Kerja : Mengungkapkan Kelebihan dan Kekurangan

Dalam wawancara kerja, umumnya anda akan dihadapkan pada pertanyaan "Apa kekurangan dan kelebihan anda?". Meski kedengarannya sepele tapi ternyata banyak yang masih bingung dalam menjawab pertanyaan semacam ini. Padahal pertanyaan ini mau nggak mau harus dijawab. Karena bisa jadi jawaban dari pertanyaan ini mempengaruhi keputusan penerimaan. Dalam tulisan berikut akan dibahas tentang Tips Wawancara Kerja, Bagaimana Mengungkapkan Kelebihan dan Kekurangan.

Sebenarnya wajar sih kalau anda bingung. Masalahnya mengungkap kelebihan diri sendiri bukanlah hal yang gampang, apalagi mengungkapkan kekurangan diri. Rasanya anda harus mengerutkan kening untuk menjawabnya. Tapi sekarang nggak perlu grogi lagi kalau dihadapkan pada pertanyaan seperti ini. Kuncinya, anda harus mengungkapkan kelebihan diri tanpa kesan sombong dan berlebihan, sedangkan untuk mengungkapkan kekurangan tanpa menjatuhkan kualitas diri anda sendiri.

Sebaiknya dalam mengungkapkan kelebihan, anda harus mempertimbangkan kemampuan dasar yang sudah anda miliki kemudian menggabungkannya dengan kemampuan khusus yang dituntut oleh perusahaan yang memanggil anda. Perlu anda catat, kemampuan dasar biasanya berkaitan dengan 'soft skill' seperti kemampuan menganalisis, kerjasama, komunikasi, memimpin organisasi, dan lain-lain.

Jangan ragu untuk mengungkapkan semua kemampuan tersebut. Karena perusahaan akan menghargai kemampuan dasar anda, alasannya hal ini merupakan modal dasar untuk mengembangkan diri. Sedangkan kemampuan khusus seringkali berkaitan dengan hal-hal yang bersifat teknis yang diperlukan perusahaan, misalnya kemampuan akunting, kemampuan mengelola data, kemampuan bahasa, pemasaran, dll. Dan kemampuan khusus ini biasanya semakin meningkat dengan beberapa pengalaman kerja anda di perusahaan terdahulu. So, biar perusahaan berpikir seribu kali untuk menolak anda, juallah kemampuan dasar dan kemampuan khusus yang sudah anda miliki.

Lalu bagaimana cara mengungkapkan kekurangan anda...? Untuk kekurangan, sampaikanlah hal-hal khusus yang berkaitan dengan belum banyaknya pengalaman yang anda dapatkan dalam bidang tertentu. Sampaikan tanpa nada merendahkan diri dan katakan bahwa anda adalah orang yang selalu ingin belajar. Katakan juga bahwa anda merupakan orang yang cepat memahami dalam mempelajari sesuatu. Dan juga katakan bahwa anda bukanlah orang yang pasrah dengan kekurangan.

Pendek kata, anda tidak keberatan mengikuti proses pembelajaran untuk mencapai kemajuan yang diharapkan. Dengan demikian anda telah mengungkapkan kekurangan tanpa menjatuhkan diri sendiri, sekaligus menegaskan bahwa anda memiliki semangat yang tinggi untuk maju. Sehingga perusahaan akan menilai bahwa anda adalah orang yang punya motivasi untuk terus berkembang.

So, walau anda telah mengungkapkan kekurangan, perusahaan tetap menilai positif diri anda. Dan selanjutnya, tunggu aja keputusan perusahaan! Percaya deh kalau kekurangan anda tidak lebih banyak dibanding kelebihan anda yang menguntungkan perusahaan, perusahaan akan tertarik mengajak anda bergabung. Tapi jika anda sudah benar-benar bergabung dengan perusahaan tersebut tentu saja apa yang sudah anda 'jual' dalam wawancara harus bisa anda buktikan.
READ MORE - Tips Wawancara Kerja : Mengungkapkan Kelebihan dan Kekurangan

Menangani Pertanyaan Yang Bersifat Pribadi

Berbeda dengan kondisi di negara-negara barat dimana hak individu sangat dijunjung tinggi dan telah memiliki perangkat hukum sangat memadai tentang hal-hal yang mengatur hak-hak pribadi seseorang sehingga para recruiter (pewawancara) sangat berhati-hati dalam mengajukan pertanyaan, di Indonesia justru sebaliknya. Dalam wawancara kerja di perusahaan-perusahaan di Indonesia seringkali pewawancara justru banyak menggali masalah-masalah yang bersifat pribadi. Contoh: Menanyakan latarbelakang pelamar (orangtua, saudara, istri, anak, status, agama, suku bangsa, umur) adalah merupakan hal yang dianggap biasa. Meskipun seringkali pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak memiliki relevansi dengan jabatan yang dilamar, pelamar harus menyiapkan diri untuk merespon pertanyaan-pertanyaan tersebut secara tepat dengan cara-cara yang elegan. Para penanya mungkin saja tidak bermaksud untuk menyudutkan pelamar, tetapi lebih didasarkan pada kepedulian mereka terhadap kecocokan antara pelamar (calon karyawan) dengan budaya yang ada dalam perusahaan. Oleh karena itu jika pelamar ditanyakan mengenai hal-hal yang dirasa tidak berhubungan dengan pekerjaan yang ditawarkan, pelamar harus mampu mengidentifikasi apa makna dibalik pertanyaan tersebut. Untuk merespon pertanyaan- pertanyaan yang bersifat pribadi, pelamar dapat melakukan beberapa alternatif:

  1. Pelamar bisa mengklarifikasi kepada penanya apa relevansi pertanyaan yang diajukan dengan jabatan yang dilamar sehingga penanya dapat menjelaskan lebih jauh hubungannya dengan pekerjaan, lalu berikan jawaban yang tepat.
  2. Pelamar dapat menjawab langsung secara diplomatis dengan kesadaran penuh bahwa pertanyaan tersebut memang tidak memiliki hubungan langsung dengan pekerjaan / jabatan yang dilamar.
  3. Pelamar bisa juga menolak untuk menjawab pertanyaan tersebut jika dirasa sangat mengganggu privacy pelamar. Jika hal ini terpaksa dilakukan, maka harus dilakukan dengan cara-cara halus dan diplomatis sehingga recruiter tidak merasa dilecehkan karena dianggap telah memberikan pertanyaan yang keliru.
READ MORE - Menangani Pertanyaan Yang Bersifat Pribadi

Faktor Negatif Yang Harus Dihindari Dalam Wawancara

Beberapa faktor, baik fisik maupun psikologis, yang harus diwaspadai oleh pelamar adalah faktor-faktor negatif yang menjadi perhatian pewawancara.

Faktor-faktor tersebut misalnya:
  1. Penampilan diri yang terlihat tidak professional (dandanan menor, pakaian yang tidak enak dilihat, tidak rapi, dan tidak sesuai suasana)
  2. Bersikap angkuh, defensive atau agresif .
  3. Ogah-ogahan (tidak terlihat antusias atau tertarik dengan materi pembicaraan yang diajukan (pewawancara).
  4. Gugup.
  5. Sangat menekankan pada kompensasi yang akan diterima.
  6. Selalu berusaha mencari-cari alasan atas setiap kegagalan yang pernah dialami
  7. di masa lalu.
  8. Tidak bisa berdiplomasi, tidak matang dan kurang bisa bersopan santun.
  9. Menyalahkan perusahaan atau bekas atasan atasan dimasa lalu, atau mengeluhkan perubahan teknologi yang cepat.
  10. Tidak bisa fokus dalam menjawab pertanyaan atau pembicaraan pewawancara.
  11. Gagal memberikan pertanyaan kepada pewawancara
  12. Berulang kali bertanya: "apa yang dapat diberikan perusahaan kepada saya kalau saya melakukan ......?"
  13. Kurang persiapan: gagal memperoleh informasi penting seputar perusahaan,gagal menjawab pertanyaan-pertanyaan pewawancara dan tidak bisa mengajukan pertanyaan bermutu kepada pewawancara.
READ MORE - Faktor Negatif Yang Harus Dihindari Dalam Wawancara

Tips dan Trik Wawancara Kerja

Bagi anda pencari kerja yang dipanggil untuk menjalani wawancara kerja, mungkin ada baiknya anda memperhatikan beberapa saran dibawah ini.

Lakukan hal-hal berikut:

  1. Pastikan anda sudah tahu tempat wawancara, Jika tidak diberitahu terlebih dahulu jenis pakaian apa yang harus dipakai, maka gunakan pakaian yang bersifat formal, bersih dan rapi.
  2. Mempersiapkan diri menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
    mungkin akan diajukan pewawancara. Usahakan untuk tiba 10 (sepuluh) menit lebih
    awal, jika terpaksa terlambat karena ada gangguan di perjalanan segera beritahu
    perusahaan (pewawancara).
  3. Sapa satpam atau resepsionis yang anda temui dengan
    ramah.
  4. Jika harus mengisi formulir, isilah dengan lengkap dan rapi.
  5. Ucapkan salam (selamat pagi / siang / sore) kepada para pewawancara dan jika harus berjabat tangan, jabatlah dengan erat (tidak terlalu keras namun tidak lemas).
  6. Tetaplah berdiri sampai anda dipersilakan untuk duduk.
  7. Duduk dengan posisi yang tegak dan seimbang.
  8. Persiapkan surat lamaran dan CV anda.
  9. Ingat dengan baik nama pewawancara.
  10. Lakukan kontak mata dengan pewawancara. Tetap fokus pada pertanyaan yang diajukan pewawancara.
  11. Tunjukkan antusiasme dan ketertarikan anda pada jabatan yang dilamar dan pada perusahaan.
  12. Gunakan bahasa formal, bukan prokem atau bahasa gaul kecuali anda diwawancarai untuk mampu menggunakan bahasa tersebut.
  13. Tampilkan hal-hal positif yang pernah anda raih.
  14. Tunjukkan energi dan rasa percaya diri yang tinggi. Tunjukkan apa yang bisa anda perbuat untuk perusahaan bukan apa yang bisa diberikan oleh perusahaan kepada anda.
  15. Jelaskan serinci mungkin hal-hal yang ditanyakan oleh pewawancara. Ajukan beberapa pertanyaan bermutu diseputar pekerjaan anda dan bisnis perusahaan secara umum.
  16. Berbicara dengan cukup keras sehingga suara jelas terdengar oleh pewawancara.
  17. Akhiri wawancara dengan menanyakan apa yang harus anda lakukan selanjutnya.
  18. Ucapkan banyak terima kasih kepada pewawancara atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada anda.


Hal-hal yang harus Anda perhatikan dalam wawancara kerja :
  • Jangan Berasumsi bahwa anda tahu tempat wawancara, padahal anda tidak yakin.
  • Melatih diri untuk menjawab pertanyaan yang kira-kira akan diajukan pewawancara.
  • Berpakaian rapi dan sopan sesuai standart ketimuran dan jangan
  • berlebihan/mencolok. Jangan Datang terlambat (paling lambat 15 menit sebelum dimulai harus sudah datang/siap). Membawa surat lamaran dan CV dalam map yang rapi dan disusun yang benar agar bila ditanyakan anda mudah mengambilnya/tidak gugup dan berantakan.
  • Jangan menganggap remeh satpam, resepsionis bahkan pewawancara.
  • Menjabat tangan pewawancara dengan tegas namun sopan (jangan lemas dan gemetar).
  • Jangan Merokok, mengunyah permen atau meludah selama wawancara. Jangan duduk selonjor atau bersandar.
  • Jangan berbicara terlalu keras atau terlalu lembut.
  • Jangan Membuat lelucon/ berusaha melucu.
  • Jangan menjawab sekedarnya saja, seperti "ya" atau "tidak" atau "tidak tahu" atau "entahlah".
  • Jangan terlalu lama berpikir setiap kali menjawab.
  • Jangan sekali-kali mengalihkan topik pembicaraan ke hal-hal yang tidak ada hubungan dengan pekerjaan.
  • Jangan menyalahkan mantan atasan, mantan rekan kerja atau perusahaan yang lama (jangan menjelek-jelekkan tempat kerja yang lama).
  • Jangan memberikan jawab palsu,berbohong atau memanipulasi data.
  • Jangan menanyakan gaji dan fasilitas yang diterima pada saat wawancara seleksi dimana anda belum tahu kemungkinan anda akan diterima atau tidak.
  • Jangan memperlihatkan rasa putus asa anda dengan menunjukkan bahwa anda mau bekerja untuk bidang apa saja dan mau melakukan apa saja asal bisa diterima bekerja di perusahaan tersebut.
  • Jangan membahas hal-hal negatif dari anda yang akan merugikan diri anda sendiri.
  • Jangan mengemukakan hal-hal yang dianggap masih kontroversial. jangan menelpon atau menerima telepon, atau membaca buku selama wawancara (sebaiknya hand phone dimatikan sewaktu wawancara).
  • Jangan sampai salah menyebut nama pewawancara (sebaiknya hafalkan nama beliau). Harus mengajukan pertanyaan pada saat diberikan kesempatan untuk bertanya.
  • Jangan lupa mengucapkan terima kasih kepada para pewawancara

Mengingat bahwa masih banyak calon karyawan yang menghadapi kendala dalam menjalani wawancara kerja, TIPS ini diharapkan dapat memberikan sedikit pencerahan bagi pencari kerja sehingga lebih siap dan percaya diri. Saya yakin masih banyak cara-cara yang mungkin belum tertulis dalam TIPS ini, namun setidaknya jika anda melaksanakan saran-saran yang ada di atas maka anda akan memiliki bekal yang cukup dalam menghadapi wawancara kerja. Selamat mencoba dan semoga anda sukses diterima bekerja dan menemukan pekerjaan sesuai dengan yang anda inginkan.
READ MORE - Tips dan Trik Wawancara Kerja

Tujuan Wawancara Kerja

Wawancara kerja (job interview) saat ini merupakan salah satu aspek penting dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan. Meskipun validitas wawancara dianggap lebih rendah jika dibandingkan dengan metode seleksi yang lain seperti psiko test, namun wawancara memiliki berbagai kelebihan yang memudahkan petugas seleksi dalam menggunakannya.

Apapun penilaian pelamar (calon karyawan), wawancara kerja sebenarnya memberikan suatu kesempatan atau peluang bagi pelamar untuk mengubah lowongan kerja menjadi penawaran kerja. Mengingat bahwa wawancara kerja tersebut merupakan suatu proses pencarian pekerjaan yang memungkinkan pelamar untuk memperoleh akses langsung ke perusahaan (pemberi kerja), maka "performance" wawancara kerja merupakan suatu hal yang sangat krusial dalam menentukan apakah pelamar akan diterima atau ditolak.

Bagi si pelamar, wawancara kerja memberikan kesempatan kepadanya untuk menjelaskan secara langsung pengalaman, pengetahuan, ketrampilan, dan berbagai faktor lainnya yang berguna untuk meyakinkan perusahaan bahwa dia layak (qualified) untuk melakukan pekerjaan (memegang jabatan) yang ditawarkan. Selain itu wawancara kerja juga memungkinkan pelamar untuk menunjukkan kemampuan interpersonal, professional, dan gaya hidup atau kepribadian pelamar. Jika di dalam CV (Curriculum Vitae) pelamar hanya bisa mengklaim bahwa dirinya memiliki kemampuan komunikasi dan interpersonal yang baik, maka dalam wawancara dia diberi kesempatan untuk membuktikannya.

Bagi perusahaan, wawancara kerja merupakan salah satu cara untuk menemukan kecocokan antara karakteristik pelamar dengan dengan persyaratan jabatan yang harus dimiliki pelamar tersebut untuk memegang jabatan / pekerjaan yang ditawarkan.

Secara umum tujuan dari wawancara kerja adalah:

  1. Untuk mengetahui kepribadian pelamar
  2. Mencari informasi relevan yang dituntut dalam persyaratan jabatan
  3. Mendapatkan informasi tambahan yang diperlukan bagi jabatan dan perusahaan
  4. Membantu perusahaan untuk mengidentifikasi pelamar-pelamar yang layak untuk diberikan penawaran kerja.
READ MORE - Tujuan Wawancara Kerja

Jilbab Paris Bagus-Bagus

Cari Blog Ini

Memuat...

Artikel Bisnis

Tips Seputar Karir

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner